
Banda Aceh- Peserta Aceh Internasional Folklore Festival (AIFF) 2011 berhasil menarik antusias masyarakat Kota Banda Aceh. Delegasi yang berasal dari negara Pakistan tersebut menyanyikan lagu ‘Chaiya-chaiya’ usai menyanyikan lagu tradisional dari negara asal mereka. Warga kota Banda Aceh yang mendengar lagu tersebut serta merta bersorak dan ikut menyanyi bersama dengan penyanyi dari negeri Pakistan itu.
Tidak hanya menyanyikan lagu di atas
pentas, dua orang penyanyi malah berdiri dan berjoget di atas panggung. Malam
penutupan acara AIFF 2011 di panggung Utama Taman Ratu Safiatuddin, Selasa (23/7)
tambah bersinar gemerlap oleh lampu sorot dari atas panggung. Warga kota Banda
Aceh yang telah akrab dengan lagu asal negara India ‘Chaiya-chaiya’ langsung ikut bersuara
bersama para penyanyi delegasi AIFF tersebut.
Suasana malam bertambah ramai,
tatkala dua orang dari para delegasi tersebut turun panggung, berjalan cepat
menuju ke arah penonton yang duduk lesehan di bawah panggung utama. Kedua
orang asal Pakistan tersebut sangat bersemangat menyanyikan lagu Bollywood itu,
bahkan memamerkan kemampuan mereka berjoget, menghentakkan kaki
mengikuti irama musik di depan mata ribuan penonton festival pentas seni dunia
tersebut.
Lagu yang pernah naik daun di jejaring sosial Youtube tersebut ternyata berhasil memeriahkan malam penutupan festival Folklore. Bahkan, Pakistan sebagai delegasi yang tampil pertama di atas panggung mementaskan kesenian tradisional, berhasil mengajak masyarakat untuk ikut berjoget bersama dengan mereka mengikuti irama musik tersebut. Tak ayal, beberapa warga malah mencoba ikut berjoged bersama dua penari tersebut, tapi para petugas keamanan berhasil menertibkan kembali masyarakat agar tidak mengganggu jalannya acara.
Setelah lagu chaiya-chaiya
tersebut, masyarakat juga dihibur dengan berbagai tarian yang dipersembahkan
oleh delegasi dari sembilan negara peserta AIFF 2011. Malam semakin larut saat
masing-masing dari para delegasi mempersembahkan keragaman etnik yang mereka
miliki. Tapi hal itu tidak membuat masyarakat meninggalkan panggung utama,
tempat mereka menyaksikan ragam seni belahan dunia itu. Malam hampir memasuki
pertengahan saat para delegasi mampu memukau ribuan mata penonton dengan
tarian tradisional dan pakaian, serta nyanyian yang mereka persembahkan dalam
pagelaran seni sedunia tahun 2011 tersebut.
Penyair asal Aceh, Muda Balia, juga turut menghibur warga dengan membacakan hikayat Aceh. Penampilan penerima penghargaan Muri tersebut disambut hangat oleh masyarakat yang hadir pada malam tersebut. Hikayat yang dibacakan oleh Muda Balia dalam bahasa Aceh, juga diiringi dengan tepukan tangan serta sorak sorai dari masyarakat.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas