THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Feature»Mengenali Irwandi Sejak Dini


Mengenali Irwandi Sejak Dini
Alfan Raykhan Pane | The Globe Journal
Minggu, 05 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh -  Nama drh. Irwandi Yusuf M.Sc. bagi sebagian besar Rakyat Aceh tidak asing didengar. Pria kelahiran, Bireuen, 2 Agustus 1960 ini memiliki track record yang unik, berlatar belakang pendidikan di Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree, alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh di tahun 1987 serta menempuh S2 Fakultas Kedokteran Hewan, Oregon State University tahun 1993 hingga akhirnya menjadi pemimpin negeri Aceh tahun 2006.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh sejak 1989-2006 ini, merupakan pendiri dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fauna dan Flora Internasional, 1999-2001.

Selanjutnya ia juga aktif di Palang Merah Internasional (ICRC) pada tahun 2000, selain itu, namanya kian santer disebutkan saat aktif dan bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka atau GAM sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM selama 1998-2001, Biro Propaganda adalah jabatannya di GAM yang dideklarasikan (Alm) Teungku Hasan Muhammad di Tiro, 4 Desember 1976 tersebut, sempat mendekam di penjara Keudah karena ditangkap aparat keamanan pada awal 2003 dan divonis 9 tahun dalam kasus makar.

Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 melepaskan dirinya dari penjara Keudah, Ia kemudian melarikan diri ke Finlandia. Banyak orang mengira riwayat hidupnya sudah tamat. Ternyata, ia dipercaya petinggi GAM di Swedia sebagai Koordinator Juru Runding GAM saat rapat pertama di Aceh Monitoring Mission (2001-2002).

Bersama Muhammad Nazar, S. Ag., Ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) dengan dukungan aktifis yang memiliki jaringan di setiap Gampong (Desa/Kelurahan) di Aceh dan para mantan pejuang ASNLF (GAM) ia memenangi Pilkada yang dilaksanakan pada 11 Desember 2006.

Dengan perolehan 768.745 suara (38,2 persen), pasangan ini unggul atas saingan-saingannya dan berhak menjadi penguasa Aceh untuk periode 2007-2012, ini merupakan pasangan calon independen (non-partai) pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam sejaraha Indonesia.

Berikut beberapa apresiasi dan penghargaan yang pernah diperolehnya saat menjabat sebagai Gubernur Aceh periode (8 Februari 2007 - 8 Februari 2012);

1. Penghargaan Widyakrama, Penghargaan atas prestasi dalam melaksanakan pendidikan dasar menengah dan wajib belajar sembilan tahun dari Presiden RI pada tahun 2007.

2. Penghargaan dari Kadin Indonesia atas pemikiran dan dukungannya terhadap berbagai program Kadinda Aceh dalam pengembangan dunia usaha di Aceh tahun 2008.

3. Penghargaan dari Presiden RI atas partisipasi aktif dalam upaya pemberantasan narkoba  di Aceh.

4. Penghargaan Open Source Software dari Menkominfo dan Menristek.

5. Memasuki, tahun 2009, Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas inisiatif, konsistensi dan peningkatan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP)

6. Penghargaan dari majalah Birokrat Profesional Sebagai Gubernur Paling Visioner 2009 dalam Bidang Pengembangan Demokrasi dan Perdamaian.

7. Piagam penghargaan dari Presiden RI atas peraturan daerah yang diterbitkan tentang pelayanan anak,

8. Penghargaan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai pembina olahraga sepakbola terbaik.

9. Penghargaan Citra Pelopor Inovasi Pelayanan Prima dari Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN)

10. Penghargaan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produksi Beras dari Presiden RI tahun 2010.

11. Penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Menteri Kesehatan (Menkes).

12. Penghargaan Adiupaya Puritama dari Menneg Perumahan Rakyat.

13. Penghargaan khusus dari Polri dalam mendukung pemberantasan Terorisme

14. Penghargaan dalam penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari Menteri Negera Lingkungan Hidup

15. Menerima Penghargaan dari Ulama Dayah atas kepeduliannya kepada pendidikan dayah di Aceh tahun 2011.

16. Penghargaan Sebagai Warga Kehormatan Raider Kodam Iskandar Muda Aceh.

Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2012 ini, Irwandi Yusuf menggandeng Muhyan Yunan, putra Aceh Selatan, mantan Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya (BMCK) sebagai Wakil Gubernur. Pemilihan calon wakil ini disebut-sebut untuk menarik perhatian pemilih dari wilayah pantai Barat - Selatan Aceh, sebuah wilayah yang relatif lebih tertinggal dari wilayah Aceh lainnya.

Sedangkan Muhammad Nazar, S. Ag, justru maju sebagai calon Gubernur Aceh dan memilih Nova Iriansyah, anggota DPR RI dari partai Demokrat sebagai wakilnya.

Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Visi Aceh Green dan Moratorium Logging adalah program unggulan dan dijadikan jargon kampanye Irwandi-Muhyan. Klaim keberhasilan ini menurut beberapa kalangan aktivis termasuk Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh merupakan sebuah paradoks. WALHI Aceh tengah melakukan gugatan hukum terhadap incumbent yang sejak 2008 telah mengeluarkan 120 izin eksplorasi dan ekspolitasi pertambangan kepada para investor.

Saat memberi kata sambutan sekaligus 'memborong' peresmian 10 proyek strategis yang di biayai APBN/APBA serta Dana Otonomi Khusus, Senin (30/1) di dekat Jembatan Pango Raya, Irwandi menyebutkan, "Saya juga aktivis lingkungan serta berkeinginan membuka keterisoliran masyarakat di Buloh Seuma.". Ia mengucapkan ini seolah-olah menepis kritikan dari aktivis lingkungan yang ditujukan kepadanya.

Masyarakat Aceh khususnya para calon pemilih yang memiliki hak suara pada Pemilukada 9 April 2012 mendatang, tentunya diminta aktif menelisik track record calon pemimpinnya, agar kepemimpinan Aceh kedepan menjadi lebih baik dan tulisan ini adalah salah satu upaya sosialisasi mengenali para kandidat. Agar jangan sampai memilih kucing dalam karung. Karena yang kita pilih bukanlah "kucing" yang menggarong segala makanan yang tersedia tetapi kita memilih seorang pemimpin.


Sumber: Blog Seuramoe Irwandi/wikipedia.org dan berbagai sumber



    
    







    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    No Telp. 0651-741 4556
    Ponsel. 0852 619 222 25


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close