THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Feature»Kisah Tabib Penjual Jamu Anti Penyakit Lambung


Kisah Tabib Penjual Jamu Anti Penyakit Lambung
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Jum`at, 20 Januari 2012 00:00 WIB
Jarum jam menunjukkan tepat pada pukul 12:00 wib, pada Kamis 19 Januari 2012. Saat itu, The Globe Journal singgah di salah satu ruang Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) yang terletak di kawasan Bukit Rata, Kota Lhokseumawe. Tujuan The Globe Journal hanyalah untuk mengkonfirmasi tentang penyakit lambung di Aceh Utara.

Namun, Direktur RSUCM sedang sibuk rapat. Sementara The Globe Journal menunggu di ruang piket, The Globe Journal melihat sosok seorang bapak yang sudah renta duduk manis menunggu pembeli di depan pintu ruangan pendaftaran Askes. Langsung saja The Globe Journal menemui sang bapak itu.

“Piyoeh dek, nyo na ubat mantap (mampir dek, ini ada obat bagus-red),"ujar si bapak kepada The Globe Journal.

Si Bapak itu menawarkan beberapa obat ramuan alami yang dibuatnya dengan tangan sendiri. Salah satunya adalah obat penyakit lambung, yang terbuat dari bubuk seperti jamu. Tgk. Tabib Hasballah, itulah nama asli pria yang berusia 65 tahun ini. Sambil menawarkan obat-obat tradisional itu, Tabib yang terlihat sudah renta melemparkan senyuman sumringah kepada The Globe Journal serta orang-orang yang sedang lewat didepannya.

Saat ditanyai The Globe Journal, bahwa sudah berapa lama ia menjalani profesi pedagang obat ramuan tersebut, Tabib mengaku sudah enam tahun lebih menjalaninya. “Penghasilan hana menentu dek, han sep untuk pajoh bu (penghasilan tidak menentu dek, tidak cukup pun untuk makan hari-hari-red),"jawabnya.

Namun, Tabib yang giginya sudah pada ompong itu, mau tak mau terpaksa harus mencari makan seperti ini untuk anak dan isterinya.

Obat lambung yang dijualnya terbuat dari ramuan hasil alam, yang telah diproses menjadi seperti jamu dijual dengan harga 20.000 s/d 30.000. Tabib tak kenal lelah, badannya berkeringat, kulitnya mulai keliput, tetap saja semangat demi mengumpulkan rupiah dari hasil penjualan jamu itu. Dan ia yakin, bahwa obat ramuannya itu dapat menyembuhkan penyakit seperti lambung. Apalagi sekarang ini, masyarakat Aceh sudah banyak yang terkena penyakit lambung.

Tabib bertempat tinggal di kawasan Desa Cot Dah, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, terlalu jauh dengan letaknya RSUCM itu. “Karena rumah saya jauh, dan saya tidak memiliki kenderaan, maka saya terpaksa tidur di RS ini, tiga hari sekali saya pulang ke rumah untuk membawa hasil dagangan,”ungkap Tabib dengan menggunakan bahasa Indonesia yang masih kaku, sambil senyum sumringah kepada The Globe Journal.

Tak hanya itu, ternyata Tabib mengaku bahwa dirinya adalah pembantu di RS tersebut. Membantu untuk mengobati para pasien yang kemasukan makhluk gaib. “Saya juga membantu apabila ada pasien yang teumamong (kemasukan jin-red)”.

Dengan menggunakan alas kain dan duduk dilantai yang agak kotor, disitulah Tabib menawarkan jamu penyakit lambung hasil buatannya sendiri. Disela-sela pembicaraan tersebut, Tabib berharap agar pihak Pemda setempat membantunya untuk berdagang obat ramuan itu dengan menggunakan gerobak. Karena, dirinya mengaku sudah beberapa kali diusir dan dikecam oleh pihak RS untuk tidak berjualan di lingkungan RS tersebut.






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close