THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Feature»Kisah Orang Aceh Natal di Luar Negeri


Kisah Orang Aceh Natal di Luar Negeri
Nurul Fajri | The Globe Journal
Sabtu, 24 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Perayaan Natal yang merupakan hari besar keagamaan umat kristiani memang sangat gegap-gempita. Menjelang natal, di pusat-pusat perbelanjaan dan keramaian akan ditemui pohon-pohon natal, hiasan rusa, dan lonceng yang merupakan atribut wajib saat natal.

Begitu juga nyanyian dengan bait ‘we wish you merry chrismast and happy new year’ yang sengaja diputar untuk memeriahkan perayaan natal tiap tahunnya.

Hal tersebut tentu tidak akan ditemui di Aceh yang bernotabene syariat Islam,. Namun bagaimana pelajar Aceh yang menimba ilmu di negara bermayoritas kristiani? The Globe Journal mewawancarai Fardelyn Hacky Irawani, mahasiswa asal Aceh di Prince of Songkla University, Thailand, Jum’at (23/12).

“Kalau natal, di sini yang bergaung lebih banyak di hotel-hotel atau restoran. Mereka udah mulai pasang pohon-pohon natal dan segala macamnya,” ujarnya saat diwawancarai melalui jejaring sosial.

Eki-panggilan akrabnya-mengtakan bahwa orang-orang muslim minoritas di sana tidak pernah mengucapkan selamat natal kepada orang-orang yang merayakan natal. Terlebih mayoritas penduduk Thailand menganut agama Buddha.

“Natalnya meriah kok. Tapi masih kalah meriah dengan kegiatan-kegiatan umat Buddha,” ujarnya sambil tertawa.

Mahasiswa master of Psychiatric Nursing itu menambahkan, untuk perayaan natal dan tahun baru kali ini bertepatan dengan Festival Lampion di Hajyai.

“Festival lampion itu bukan kayak natal atau tahun baru yang cuma sehari, tapi sampe seminggu lebih gitu deh,”ujarnya.

Berbeda di Thailand, di Jerman Natal bukan persoalaan keagamaan, melainkan perayaan besar biasa yang dilakukan tiap tahunnya.

“Di Jerman umumnya natal itu bukan lagi soal keagamaan melainkan perayaan hari besar biasa. Mereka umumnya atheis, jadi mereka juga anggap kita yang tinggal di sana merayakan hari libur,” ujar Beby Haryanti Dewi. 

Merayakan hari libur yang dimaksud Beby adalah orang-orang libur kerja, berkumpul dengan keluarga, jalan-jalan, dan hal-hal lainnya.

“Itulah yang mereka maksud merayakan. Jadi kalau Natal, bukan berarti gereja penuh. Gereja itu kalau di sana tempatnya orang-orang tua aja,” ungkapnya. Beby yang sudah empat tahun lebih di Jerman mengatakan bahwa muslim minoritas di sini ada yang mengucapkan selamat natal dan ada juga yang tidak.

“Ada yang iya, ada yang enggak. Kalo yang udah rada kebaratan sih dianggap tidak ada masalah. Tapi kalau yang muslim taat ya nggak mau. Cuma yang agak susah, kalo ada bule yang ngucapin selamat natal ke kita, terpaksa disahutin,” tuturnya sembari tersenyum.

Ibu tiga orang anak itu mengaku tidak pernah mengucapkan selamat Natal selama di Jerman. Namun, dia akan menjawab jika penduduk asli dan penganut agama kristiani mengucapkan selamat natal padanya.

“Saya nggak pernah ngucapin, tapi kalau orang ngucapin ke saya, saya cuma jawab ‘terima kasih’, ‘sama-sama’.  Jadi nggak ngucapin selamat natal,” ungkap Beby.

Bebby mengatakan bahwa orang-orang di Jerman kalau Natal, Paskah, Advent, serta hari-hari besar keagamaan lainnya, mereka akan menyapa setiap orang yang ditemui di jalan dengan ucapan ‘selamat natal’ atau ‘selamat paskah’. “Jadi mau bilang apa?” tanyanya.

Hal itu terjadi juga di Negara Matahari Terbit. “Kalau di Jepang, natal itu meriah banget. Di mana-mana ada pohon natal, di mall, di stasiun. Terus banyak lampu warna-warni, namanya illumination,” ujar Mulla Kemalawati.

Mulla yang tinggal di Jepang bersama keluarganya mengatakan bahwa orang-orang muslim tidak mengucapkan selamat natal.

“Tanggal 25 Desember bukan hari libur, jadi kegiatannya biasa aja.  Kita biasanya ngucapin tahun baru, saling kirim kartu tahun baru,” paparnya.

Menurutnya, perayaan natal di Jepang sekedar perayaan dan pesta-pesta saja tanpa makna.

“Orang Jepang kan banyak yang atheis, nggak punya agama. Jadi Natalan iya, tahun baru iya. Cuma tahun baru itu budayanya Jepang, namanya O Shogatsu,” jelasnya.[003]







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close