THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Feature»Karena NBA


Karena NBA
Sabtu, 01 Oktober 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Bagi masyarakat miskin di Indonesia, bepergian dengan pesawat terbang merupakan impian kecil yang selalu dinanti-nanti. Sayangnya karena Tuhan  belum mengizinkan, hingga rambutpun memutih, asa itu tak kunjung terealisasi. Karenanya, Ahmad Arief dan Hanif Abdillah bisa dibilang dua bayi paling beruntung di dunia ini. Sebayi mereka saja, pesawat terbang sudah mereka duduki. Apalagi jika mereka dewasa nanti. Bukan tak mungkin keduanya bahkan akan menjadi pilot yang menerbangkan si burung besi.

Namun takdir berkata lain. Ahmad dan Hanif hanya diberikan keindahan sesaat oleh Tuhan di dunia ini. Ya karena Nusantara Buana Air (NBA). Karena takdir Tuhan, Casa 212 milik NBA terpaksa “landing” di dahan pepohonan. Tersangkut meremuk tanpa celah keluar. Dan, Ahmad serta Hanif masih berada di pangkuan bersama ibunda.

Sayang Nusantara ini tak cukup kuat untuk membongkar pepohonan. Mereka kalah kekuatan untuk melewati jalan terjal. Menerjang rawa di jurang yang tinggi. Ya, Ahmad dan Hanif masih menginap di Casa 212 hingga malam ini.  Tim SAR dan TNI AU tak mampu merangkul mereka. Katanya Ahmad dan hanif terpaksa harus menginap di hutan Tuhan itu semalam lagi. Mungkin besok mereka akan berada di rumah duka.

"Saat ini ada 34 orang anggota SAR yang terbagi dalam tiga regu sedang melakukan perjalanan darat untuk menjangkau lokasi kecelakaan pesawat (Cassa 212-200). Mereka diperkirakan baru bisa tiba di lokasi kejadian hari Minggu," kata Wakil Koordinator Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Jonny Supriadi di Posko Bahorok, Kabupaten Langkat, Sabtu (1/10).

Sebenarnya tak hanya Ahmad dan Hanif yang kembali pada kuasa saat Casa 212 hilang kontrol. Pesawat yang berangkat dari Medan menuju Kutacane ini mengakut 18 penumpang dan disertai awak kapal. Tersebutlah nama Kapten Famal Ishak, Co Pilot Budiono, Teknisi Kapal Nico Matulessy, Foo pesawat B Soetopo, diikuti oleh 14 penumpang yakni Aisyah, Astuti, Suriadi, Tia Apriliani yang tak lain buah hati Suriadi dan Astuti, begitu pula anggota DPRK Aceh Tenggara Dr Suhelman dan istrinya dr Julia Dhaliana, Siwa Sanbungan, Jefridin, Tirnau Karsau, Andi Raylan Bangko, tentunya Ahmad Arief yang tak lain putra Andi Raylan, Samsidar Yusni, Hamimatul Jannah dan Hanif Abdillah.

Mungkin jika penanganannya cepat sesaat kapal tersebut dikabarkan jatuh, Ahmad dan Hanif beserta 16 pengisi kursi Casa 212 akan selamat. Begitulah Rahmawati, keluarga korban yang bernama Aisyah kecewa pada pelaksana tanggap darurat pemerintah. "Kalau penanganannya cepat bisa diselamatkan," katanya.

Pun disesali, Ahmad, Hanif dan 16 penumpang lainnya takkan kembali. Padahal sebelum mereka pergi, musibah transportasi sudah saban hari terjadi di negara Indonesia ini. Setiap kejadian, pihak terkait tentu punya alasan sendiri. Seperti halnya kali ini. Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyebutkan,” "Jadi dugaan sementara ini, kecelakaan pesawat di Bahorok akibat cuaca buruk," kata Menhub saat mengunjungi Posko Basarnas di Lapangan Udara Polonia, Medan.

Dugaannya, pesawat berpenumpang 14 orang serta empat kru itu mengalami turbulance lalu dihantam angin, sehingga kondisi pesawat tidak stabil yang menyebabkan kecelakaan.

Di lapangan tentu pihak NBA lebih tahu. Entah karena NBA kurang cekatan, pesawat dengan nomor registrasi PK-TLF buatan tahun 1989 ini memang diragukan kesehatannya. Terlepas dari berbagai alasan, PT NBA sudah meminta maaf kepada semua masyarakat Indonesia, khususnya keluarga para korban. Mereka kena pukulan telak dengan musibah ini.

"Pastinya kita akan melakukan evaluasi, baik itu operasional maupun teknis," kata Seksi Manager PT NBA, Robur.

Sekali lagi, mungkin do’alah yang patut dihaturkan saat ini. Mengiringkan kepergian ke-18 hamba-Nya dengan harapan akan mendapatkan tempat yang baik. setidaknya itulah yang dilakukan DPRK Aceh Tenggara. DPRK Aceh tenggara bersama warga setempat berencana menggelar doa bersama untuk arwah para korban jatuhnya pesawat Cassa 212-200 di Pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

"Teknisnya kita bicarakan dengan Bupati nanti, yang jelas dalam waktu dekat ini," kata Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara M Salim Fahri. (Yul-Kompas-Oke Zone)








Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close