SerambiFeatureIrwan Ibrahim Bisnis Coklat dengan Modal Nekad
Irwan Ibrahim Bisnis Coklat dengan Modal Nekad
Riza Fakri Ismail l The Globe Journal
Rabu, 14 September 2011 00:00 WIB
Pidie Jaya — Hari itu, Sabtu (10/9). Jarum jam menunjukkan angka 12.15 ketika The Globe Journal singgah di sebuah bangunan yang bisa dibilang modern untuk ukuran kafe di sebuah desa di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Socolatte, nama kafe itu. Kafe yang khusus menyajikan makanan dan minuman serba dari cokelat ini punya ciri khasnya sendiri. “Cokelat yang kami sajikan di sini cokelat dari Aceh dan di produksi di sini,” ujar Irwan Ibrahim, sang pemilik kafe itu.
Kafe serba cokelat itu terletak di sisi jalan Banda Aceh- Medan di KM 138 Desa Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Saat pertama akan membuka kafe cokelat itu, Irwan juga banyak menerima tantangan dari teman-temannya terkait dengan ide nya untuk membuka kafe tersebut. Alasannya, masyarakat beranggapan Irwan mengambil langkah sedikit lain dari yang lain untuk ukuran bisnis yang akan dia jalankan di desa nya.
“Ada yang mengatakan, tidak akan jalan kafe seperti itu yang khusus menyajikan cokelat saja,” kata Irwan menirukan ungkapan temannya saat itu. “Alhamdulillah, hingga saat ini 70 persen bisa dikatakan saya sudah berhasil menjalankan kafe cokelat ini,” tandas Irwan Ibrahim, yang juga sebelumnya dikenal sebagai petani cokelat ini.
Bukan hanya kafe yang dijalankan Irwan saat ini. Di belakang kafe itu dia juga menjalankan proses produksi untuk cokelat tersebut. “Di sini saya juga memproduksi cokelat tersebut. Bisa dikatakan semacam Home Industri seperti itu,” kata Irwan. “Saya ingin mewujudkan cokelat yang serba Aceh dan punya ciri khasnya,” sebut Irwan, yang juga pernah menjalankan profesi sebagai Penyuluh Swadaya ini.
Hingga saat ini, Kafe Socolatte nya Irwan Ibrahim sudah berjalan setahun lebih. “Operasionalnya bulan April 2010. Alhamdulillah hingga saat ini sudah setahun lebih,” ujar Irwan Ibrahim yang saat ini mempekerjakan sembilan orang di pabriknya.
Irwan Ibrahim juga berterima kasih banyak kepada OISCA — JFPR 9073 yang telah memberinya kesempatan dan pelatihan tentang cokelat tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih untuk pihak OISCA-JFPR. Atas dukungannya dalam bentuk dana, pelatihan serta mengirimkan tenaga ahli kemari. Hingga saat ini saya masih menjalin kontak dengan mereka,” tukas Irwan Ibrahim yang merintis bidang cokelat sejak tahun 2003 ini.
Menurut Irwan Ibrahim, respon masyarakat juga cukup baik hingga saat ini. “Hingga saat ini kesulitan yang saya alami adalah kapasitas mesin yang masih terbatas. Alhamdulillah saat ini bisa memperoleh Rp 1,5 juta per hari,” tukas dia.
Irwan Ibrahim juga ingin merubah imej bahwa cokelat bukan hanya bisa di konsumsi oleh masyarakat kelas atas, tapi bisa di konsumsi oleh siapapun. Di kafe “Socolatte” nya Irwan Ibrahim menyajikan beberapa macam cokelat yang diproduksi sendiri olehnya seperti Tepung Cokelat, Dodol Cokelat, Dark Cokelat, serta minuman Cokelat 3 in 1. “Di sini juga ada Chunky Bar, Isi Kacang Mede dan Cokelat Bar,” tambah Irwan Ibrahim yang pernah mengikuti pelatihan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Timur ini.
“Kafe Socolatte kita buka dari Pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kalau pabriknya dari Pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB,” katanya.
Kalau anda penasaran dengan cokelat apa saja yang ditawarkan di Kafe Socolatte tersebut, silahkan anda menyambanginya di Jalan Banda Aceh-Medan KM 138 Desa Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya.