Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»PKS Dipecat dari Koalisi


PKS Dipecat dari Koalisi
Rabu, 04 April 2012 06:02 WIB

Cikeas-Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Koalisi, Syarif Hasan, mengatakan bahwa keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berseberangan dengan koalisi telah melanggar isi kontrak koalisi yang dapat berakibat pada berakhirnya keanggotaan partai itu di koalisi.
 Syarif Hasan mengemukakan hal itu di kediaman pribadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Puri Cikeas Indah, Bogor, Selasa malam, merujuk pada isi kontrak koalisi.
 "Kalau ternyata anggota Koalisi Setgab berseberangan maka anggota koalisi tersebut harus mengundurkan diri dan keterlibatannya dalam koalisi akan berakhir," katanya mengutip isi kontrak.
 PKS dalam Sidang Paripurna DPR terkait dengan pembahasan usulan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada akhir pekan lalu memilih untuk berseberangan dengan Setgab Koalisi yang mendukung usulan pemerintah.
 Menurut Syarif Hasan, isi kontrak Koalisi dengan jelas juga menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah yang strategis wajib didukung dan dilaksanakan oleh anggota Koalisi Setgab.
 Oleh karena itu ia menilai bahwa PKS telah melanggar isi kontrak koalisi.
 "Sangat melanggar," katanya.
 Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa anggota Setgab Koalisi yang hingga saat ini masih bersama pemerintah adalah lima partai politik.
 Syarif Hasan tidak menyebutkan detil dari lima partai itu. Namun sebelumnya Setgab Koalisi beranggotakan enam partai yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya dan PKS.
 Dalam pertemuan Setgab Koalisi tersebut wakil dari PKS tidak tampak hadir.
 Syarif Hasan mengkonfirmasi hal itu seusai pertemuan. "Tidak. Pokoknya tidak diundang," katanya merujuk pertemuan yang dihadiri Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Hatta Rajasa, Ketum PPP Suryadharma Ali dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie itu.
 Dalam sejumlah pertemuan Setgab Koalisi sebelumnya yang juga dilangsungkan di Puri Cikeas selalu tampak perwakilan dari enam partai koalisi. [003-antara]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close