Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Walhi: Perusahaan Singapura dan Malaysia Penyebab Asap Mesti Dievaluasi !


Walhi: Perusahaan Singapura dan Malaysia Penyebab Asap Mesti Dievaluasi !
Jum`at, 21 Juni 2013 13:00 WIB

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera tidak dapat dilepaskan dari peran negara tetangga, Singapura dan Malaysia. 

Walhi mengkritik sikap dua negara itu, khususnya Singapura, yang cenderung menyalahkan pemerintah Indonesia.

Aktivis Walhi, Zenzi Suhadi, dalam konferensi pers di kantornya, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat 21 Juni 2013, mengatakan kebakaran hutan tidak serta merta terjadi begitu saja.

"Sangat besar kemungkinannya berkaitan dengan aktivitas finansial di Singapura dan Malaysia yang menjadi sentra pasar saham," kata Zenzi. 

Menurutnya, tidak sedikit perusahaan perkebunan dan pertambangan dari Singapura dan Malaysia yang beroperasi di wilayah Indonesia khususnya Sumatera. Dia pun meminta pemerintah melakukan evalusi terhadap aktivitas finansial perusahaan-perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia.

"Pemerintah harus melakukan upaya bilateral secara serius untuk evaluasi terhadap investasi terhadap sektor perkebunan, pertambangan, dan Hutan Tanaman Industri (HTI)," tuturnya.

Walhi mengkritik sikap pemerintah yang baru bereaksi setelah Singapura mengemukakan protesnya. Padahal sejak tahun 1998, Walhi bersama rakyat di Sumatera sudah sering berteriak ke pemerintah namun tidak mendapatkan respon positif.

"Pemerintah tidak pernah mengambil langkah pencegahan mencari tahu penyebab kebakaran dan melakukan penegakan hukum terhadap mereka," ucapnya.

Berdasarkan rekaman satelit pemantau cuaca dan pendeteksi panas bumi (NOAA) milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik (BMKG) Riau, wilayah yang terbakar diduga adalah perkebunan milik pemodal asing. 

Di antaranya PT Langgam Inti Hibrida, yang berada di kawasan Desa Sering, Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, yang merupakan milik Malaysia. Titik panas lain berada di perkembunan milik PT Bumi Reksa Nusa Sejati yang berada di Desa Simpang Kareman, Kecamatan Pelagiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

Lahan lainnya yang terbakar adalah milik PT Tunggal Mitra Platation, PT Abdi Platation, PT Jati Jaya Perkasa, PT Udaya Loh Dinawi dan PT Mustiak Agro Lestari. Semua lahan tersebut milik perusahaan dengan modal asing dari Malaysia. [VIVA]







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close